Hari Raya Nyepi, Sebagai Pendukung Pariwisata Bali

Hari Raya Nyepi

Hari raya Nyepi – Bali, tidak melulu hanya pantai, surfing, pub dan kelab malam. Namun Bali juga memberikan sajian berupa keindahan alam pegunungan, air terjun eksotis, kehidupan pedesaan alami, dan juga kehidupan yang seimbang antara manusia dengan alam. Seperti diketahui, di Bali sering diadakan upacara upacara adat yang isinya pemujaan terhadap sang pencipta dan alam.

Salah satu yang banyak dikenal adalah hari raya Nyepi. Pada saat hari raya Nyepi masyarakat Hindu diharuskan melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu empat puasa atau larangan yang harus dilakukan.

Empat larangan Nyepi

Dari empat larangan itu yang pertama adalah Amati Geni atau dilarang menyalakan api, termasuk lampu atau sesuatu yang menghasilkan cahaya. Yang kedua adalah Amati Karya yaitu dilarang bekerja atau melakukan kegiatan.

Ketiga Amati Lelungan yang menyatakan bahwa tidak seorangpun diizinkan untuk berpergian selama perayaan Nyepi berlangsung. Dan yang terakhir Amati Lelanguan ritual ini menyatakan bahwa setiap orang di Bali harus berpuasa selama berlangsungnya Hari Nyepi. Amati Lelanguan juga mengharuskan orang-orang di Bali untuk menahan diri dari kegiatan yang bersifat hiburan.

Keempat larangan tersebut dilaksanakan selama 24 jam penuh mulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 06.00 hari berikutnya. Namun untuk keamanan, masing masing desa atau kelurahan yang di Bali biasa disebut banjar biasanya melakukan patroli yang dilakukan oleh aparat keamanan desa atau di Bali disebut Pecalang.

Baca juga : Kopi Bali, Citarasa Berbeda Kopi Kelas Dunia

Walaupun begitu, perayaan Nyepi malah banyak menyedot wisatawan untuk datang ke Bali, kebanyakan mereka ingin mengetahui dan merasakan suasana sepi dan tenang. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang pada saat perayaan Nyepi untuk bermeditasi atau bahkan sekedar melakukan yoga.

Hari raya Nyepi juga memberikan dampak positif. Selain penggunaan listrik yang berkurang pada saat itu, kualitas udara di Bali menjadi bagus karena tidak ada polusi sama sekali selama perayaan. Masyarakat juga merasakan kedekatan bersama keluarga, karena pada saat perayaan Nyepi koneksi internet, televisi dan radio tidak bisa di akses. 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *